#8 Cinta Selalu Bisa Berkelit


Cinta Selalu Bisa Berkelit
An original fiction, written by Asha D
Genre : romance
Words : 378
A/N: Based on true story #terusdianangis Balada naksir guru :v

Kulitnya semanis coklat. Tingginya proposional. Rambut hitamnya yang lurus selalu menarik untuk dilihat. Matanya bagaikan elang yang siap menyambar mangsa kapanpun ia lengah. Jakunnya bergerak naik turun seiring ia meneguk air. Garis pembuluh darah arteri yang terpatri di kulit tangannya memperjelas identitasnya sebagai lelaki. Dengan dirinya yang tak mengenakan dasi, kancing atas yang terbuka serta lengan bajunya setengah digulung, ia terlihat begitu tampan.

Sayang, dia terlalu kurus.’ keluh Nasya.

Nasya bukannya gadis tak tahu diri, yang menuntut perfeksionisme dari seseorang. Tapi siapa sih, yang tidak suka melihat pria dengan tubuh enam kotak? Nasya tidak munafik, ia menyukainya. Dan air liurnya sudah menggantung di ujung bibir saat ia membayangkan Kevin mempunyai tubuh yang sama.

Temannya sudah berusaha memperingati Nasya, memberitahu fakta bahwa Kevin sedang tak ingin punya pacar. Namun Nasya mengabaikan pesan tersebut dan malah berkelit, “Cinta tidak mengenal usia! Cinta tidak mengenal batasan! Cinta itu buta!”

Kini, di laboratorium tempat ia berada berdua dengan Kevin, Nasya berusaha keras menahan napasnya selama yang dia bisa. Satu poin yang membuatnya enggan berada di dekat pria ini. Tidak, ketiaknya tidak bau. Tapi bau parfumnya itu, lho, bau kemenyan saja lewat! Nasya menahan keinginannya untuk megap-megap karena takut dianggap kesurupan. Masih lumayan kalau Nasya pingsan dan Kevin memberinya napas buatan. Kalau tidak?

Poin lain yang membuat Nasya harus berpikir ulang untuk mengagumi pria di hadapannya. Mulutnya bisa lebih menyakitkan dibanding pisau, atau lebih pedas dibanding cabai rawit! Siapapun harus punya mental baja dan kesabaran ekstra jika berada di dekat Kevin.

Kevin tak pernah bisa ditebak. Ia bisa menjadi menyebalkan, namun juga baik di saat yang bersamaan. Ia bisa terlihat seperti pria yang pintar merayu, namun terkadang Nasya melihatnya sebagai pribadi yang melankolis.

Nasya menghela napas.

Poin terakhir yang membuat Nasya harus mencoret nama Kevin dari ‘daftar calon pacar’ adalah... Kevin adalah guru Nasya. Nasya sadar betul dia berada di realitas, bukan di tengah komik Jepang yang ia gemar baca atau sinetron. Jadi kemungkinan pasti akan ia menjadi pacar pak Kevin… nol persen. Kecuali mereka adalah satu-satunya orang yang masih hidup di dunia, itupun jika pak Kevin tidak homo.

Walau begitu, Nasya tetap cinta.

Memang ya, cinta itu selalu pintar berkelit.

Natasha

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard. Google

2 komentar:

  1. hai! :))
    oke, judul cerita sama prolognya bikin menarik XD
    pertama, nama tokoh cewek di cerita ini persis kaya temenku; kedua, tokoh guru ganteng di atas namanya persis sama guru idolaku yang masih muda :"))
    anw, mengenai "garis syaraf arteri blabla", arteri kan pembuluh darah kan, kenapa disebutnya "garis syaraf"? :")
    itu aja sih. overall aku suka ceritanya. deskripsi Pa Kevin menggugah (?) banget XD
    Keep writing!
    --Yovi

    BalasHapus
  2. @Momon a.k.a Yovi a.k.a apa aja deh : KOK BISA MIRIP? KOK BISA? KOK BISAAA??? #biasaajakeles I AM A SUPERNATURAL WOMAN! #gakgitujugakaliSha Nama Nasya itu sebenarnya serempetan (?) dari nama aku si #nuffsaid

    Ciyeee situ anak IPA ya? Sampe bisa bedain syaraf sama pembuluh darah *itu pengetahuan umum, dodol* Ketahuan banget sih aku anak IPS, anehnya aku Science dapat 100 mulu :'D EH INI KENAPA MALAH BAHAS PELAJARAN.

    Iya emang guru itu menggugah selera #gaksemuaguruwoy

    Makasih udah komen dan mau bacaaa :* #kejtupbasah #diserempetbajaj

    BalasHapus

How I love suggestions and critics! Any kind of comments will be appreciated. So what are you waiting for? ;) - “Nobody is perfect, and nobody will be. That’s why there are always chances for everyone to be better.”

Diberdayakan oleh Blogger.