#16 Derita Sang Eternal Maknae
![]() |
| source |
An abal Super Junior and Girls' Generation fan fiction written by Asha D
Disclaimer: I own nothing and gain no profit from it.
Warning: When I say an abal fan fiction, what I mean is really really abal. AU. BOYS LOVE! NOT TIDY. NO BETA. NO EDIT. OOC KRONIS. DO NOT TAKE THIS SERIOUSLY. As I said this is SPARTAAA just for fun not for bashing because I love SuJu and SNSD <3
A/N: Saya menulis ini pas SMP dan kebut-kebutan jadi masih jelek banget dan kalo di-edit lagi nanti hilang makna ceritanya D: So for sones and elf... sorry if I let you down.
.
.
~
Ryeowook VS Leeteuk & Eunhyuk ~
.
Ryeowook.
Seorang pelajar yang 2 minggu lagi akan menghadapi UN. Agak sulit baginya
konsentrasi mengingat dia punya 7 abang dan 1 adik laki yang berisik. Belum lagi statusnya sebagai
koki rumah, membuatnya harus mau gak mau di paksa memasak. Dan sekarang saat
dia ingin belajar, dia malah di usir Leeteuk yang pacarnya akan datang. Dan
karena kamar Leeteuk sempit, mengungsilah ia ke kamar Ryeowook.
“Ish,
Leeteuk oppa nyebelin banget! Mending
belajar aja di kamar mandi! Pasti gak akan ada yang ganggu!” ujar Ryeowook pada
dirinya sendiri sambil duduk di kloset. Ia pun memandangi soal matematika di
bukunya.
“Soal nomor satu…”
“Aaah, gila, kebelet banget,”
Eunhyuk langsung berjalan masuk. Dan dengan seenak jidatnya, ia membuka celana
dan pipis sembarangan.
CUUUR...
“Wuih, leganya…”
“Oppaaaa, kok buku gue
di kencingin siiih?!” Ryeowook mencak-mencak melihat kondisi bukunya. Yang
dimarahin malah nyengir. “Ya, gimana ya, dongsaeng,
namanya juga panggilan alam, gak bisa diketahui kapan datangnya. Tiba-tiba aja
langsung kebelet,”
“Panggilan alam pala lo
peang!”
.
~
Ryeowook VS Donghae & Siwon ~
.
“Aish, kenapa sih tadi
gak ku kunci pintunya? Sekarang buku gue malah basah kuyup gini, bau pesing
lagi!” omel Ryeowook yang sekarang berada di atap. Ia pun menjemur bukunya, dan
menyemprotkan sedikit parfum ke bukunya tersebut.
“Soal nomor satu…”
“Eh, dedek manis, tolong geser antenanya dikit
dong? Tampilan di layar TV gak jelas, nih.” Perintah Donghae dari jendela, sambil
mendongak untuk melihat wajah Ryeowook.
Ryeowook menggeser
antenanya.
Donghae cemberut. “Belum
jelas, coba geser ke kiri,” Ryeowook pun menggesernya kembali.
“Tetap gak jelas. Geser
ke kanan dong, dek,” Ryeowook pun mencoba kembali.
“Aduh dek, tetep gak
jelas, nih. Coba geser ke kiri.” Ryeowook pun menghela napas dan menggesernya
sekali lagi.
“Nah, itu baru pas. Thank you, dedek sayang! Sekarang gue
bisa nonton Madun!”
‘Anjrit,’
maki Ryeowook dalam hati. ‘Ini mah posisi
semula!’
BRAK!
“WOIII, RYEOWOOK, KOK
ANTENANYA DI TENDANG SIIIH?!?!?!” teriak Donghae histeris.
Ryeowook pun kabur ke
teras lantai dua, yang bersebelahan dengan kamar Siwon. Dia pun senang karena
suasana yang sepi, cocok untuknya yang ingin konsentrasi.
“Ah, akhirnyaaa, gue
bisa mengerjakan soal dengan tenang. Soal nomor satu…”
“Aaah… udah lama gak di
pesan tante girang. Mana lagi butuh duit, nih,”
Ryeowook menganga
mendengar ucapan Siwon. ‘What? Tante
girang?’ Ah, gak mungkin abangnya yang alim itu doyan sama tante girang.
Tapi karena penasaran, Ryeowook pun mengendap-endap dan mengintip ke dalam
jendela Siwon. Ryeowook pun menyipitkan matanya, berusaha melihat apa yang di
buka oleh Siwon. Ternyata fesbuk.
“Aquwh Cii Gig0Lo
BroNddOng? Itu nama akun fbnya?” gumam Ryeowook.
“Wah, ada tante yang ngajak
ketemuan malam ini. Bagus deh, duitnya bisa untuk nambah jajan,”
Sesaat kemudian ia
berbalik dan memergoki Ryeowook sedang mengintipnya.
“GYAAA!!!”
“HUWAAA!!!”
GEDUBRAK!
.
~
Ryeowook VS SNSD ~
.
Ryeowook yang kepergok
ngintip jatuh ke bawah dan pingsan. Saat ia bangun, ia mendapati dirinya berada
di sebuah kamar yang di penuhi poster dua laki-laki dengan posisi yang tidak
bisa didefinisikan. Belum pulih keterkejutan Ryeowook, ia di hampiri oleh
seorang gadis sebaya Ryeowook berambut ikal hitam legam dengan pita di kedua
sisinya. Ia terlihat begitu manis – begitulah seharusnya seorang Nyonya Muda Choi
Soo Young. Namun itu penampilan luarnya, di dalamnya? Jangan tanya.
“Wah, Ryeowook-ssi udah bangun! Tadi lo pingsan, jadi gue bawa aja ke sini,” ujar
Sooyoung. Ryeowook menelan ludah. Astaga, berada di dekat gadis ini saja ia
merasa ajalnya sudah sangat dekat.
“Eh, Ryeowook, lihat deh,
cowok ini cakep banget ‘kan? Cocok banget sama lo! Dia itu seme, dan dia suka uke
yang bisa masak. Oh ya, dia lagi jomblo, lho! Aiiih, jangan-jangan jodoh?” oceh
Sooyoung tanpa henti sembari memamerkan foto-foto seorang pria.
Ini dia ajalnya –
menjadi kelinci percobaan Sooyoung yang merupakan seorang fujoshi.
“Tapi, Sooyoung-ssi, gue masih nor... Eh, Jessica-ssi…”
“APA LIAT-LIAT? GAK SUKA?”
Jessica melotot, membuka dompet Ryeowook, dan seketika itu juga matanya
langsung berbinar-binar. “Wah, lagi banyak duit lo! Tumben, gue ambil ya!”
“Jessica-ssi!” Ryeowook memanggilnya, namun
Jessica udah keburu kabur.“Ah, itu dia, bebeb Ryeowook!” Seorang gadis
tersenyum lebar, kemudian memberikannya sekeranjang cucian. “Ini cucianku selama
seminggu, tolong cuciin ya! Tapi cucinya pake tangan, soalnya ini bukan baju
sembarangan, oke?”
“Tapi Tiffany-ssi…”
“Mwo? Lo berani menolak permintaan seorang yeoja?” Sesaat kemudian keluar aura gelap dari tubuh Tiffany,
walaupun wajahnya masih tersenyum manis - Tiffany seorang tsundere sejati - membuat Ryeowook merinding. “Ah, tentu saja tidak...HUWAAA!!!”
tiba-tiba Ryeowook merasakan sesuatu bergerak di punggungnya, membuatnya lari
mondar-mandir tidak tentu arah.
“Sunny, apa sih yang lo
masukin ke punggung Ryeowook?” tanya YoonA.
“Gak ada. Cuman tikus
doang,” ujar Sunny sambil ngemut permen.
“Oh… lumayan juga ya,
dapur kita jadi berkurang satu penghuninya,” komentar Sooyoung.
“Ryeowook-ssi!”
GUBRAK!
Seketika itu juga badan
Ryeowook dibanting ke lantai oleh seorang gadis perkasa berambut pirang bernama
Hyoyeon yang baru belajar Taekwondo.
“Jurus monyet sesak
boker!”
Hyoyeon pun menarik
tangan Ryeowook kemudian memuntirnya ke belakang, dan duduk di atas
punggungnya.
“Sooyoung-ssi, to-tolong gue…” ujar Ryeowook
dengan nafas tersengal-sengal.
“Hyoyeon, tahan
posenya! Gue mau kirim foto Ryeowook ke seme
kece,” Sooyoung mengarahkan tablet-nya
ke mereka berdua. “Bilang kimchi, ya!
Hana, dul, set…!”
“Kimchi!” seru Hyoyeon sambil membuat simbol ‘peace’ dengan tangannya. Sedangkan muka Ryeowook? Kayak jurus
Hyoyeon tadi, monyet sak boker.
“GYAAA,
seme-nya suka fotonya ngajak ketemuan
dengan Ryeowook di hotel malam ini!”
teriak Sooyoung histeris, kemudian pingsan dengan keadaan extreme nosebleed. Sesaat kemudian muncul YoonA dengan mata sembap.
“Ryeowook-ssi, masa gue diputusin Jan Geun Seuk!
Dia bilang soalnya gue suka kentut sembarang! Ya, sebagai manusia yang normal,
wajar dong? Kalau gue gak kentut terus gas-gas di perut gue meracuni gue, ‘ntar
gue mati dong? Tapi dia gak ngerti. Gue harus gimana, hiks…”
CROOOT!
Dan YoonA pun mengeluarkan ingus dengan kemeja Ryeowook sebagai korbannya.
“Aduh,
kalo abis curhat gini biasanya gue jadi pingin kentut,”
“Eeeh…
jangan di sini!” teriak Ryeowook panik.
BROT,
BROT, BROOOT!
Telat,
YoonA udah keburu ngebom duluan! Dan malangnya, sasarannya ke hidung Ryeowook!
Seketika itu juga Ryeowook menggelepar di tanah bagaikan ikan di daratan.
“Lho,
ada Ryeowook oppa? Kok dia
kejang-kejang gitu?” muncul Seohyun.
“Siapa
kejang-kejang? Sini, sini, biar gue obatiiin…!!!” teriak Yuri antusias. Dia pun
mengambil tali dan mengikat kedua tangan dan kaki Ryeowook.
“Yuri
mau ngapain? Mau ngeyadongin? Jangan, biarin aja dia siap-siap untuk nanti
malam diyadongin seme kece. Kalo kebelet banget, tunggu besok aja ya,” ucap
Sooyoung kalem.
“Anjir,
emang gue kayak lu?” Yuri mengeluarkan seperangkat alat sholat
kedokteran, salah satunya adalah jarum suntik – yang by the way sangat di takuti Ryeowook. “Kebetulan banget, berhubung
aku masuk sekolah keperawatan, aku harus bisa tahu cara nyuntik pasien ‘kan?”
Ia pun menyentil suntiknya dua kali, kemudian siap-siap menancapkannya ke
lengan Ryeowook.
“Eh,
jangan mas… plis, gue takut banget sama jarum suntik!” Ryeowook memelas.
JLEB.
Dan
terdengarlah teriakan paling membahana sepanjang masa. Tak lama kemudian terdengar bunyi pintu yang dibuka dan dibanting.
BAM!
“WEI,
BACOT! SIAPA YANG BUAT KERIBUTAN, HAH?” teriak seorang gadis berambut coklat
dengan highlight merah menyala dengan
tampang garang, si gangster Taeyeon. Semuanya kompak menunjuk Ryeowook yang
lemas karena di suntik Yuri.
"Kim Ryeowook…” geram Taeyeon sambil
menyeretnya ke kamar. Ryeowook meronta meminta tolong, namun SNSD hanya menatap
iba. Dan terdengarlah suara paling mengerikan yang paling ada.
BAK,
BIK, BUK, BEK, BOK, “Rasakan pukulan mautku, Ryeowook! HIYAAAT! CIYAAAT!” BRAK,
BRIK, BRUK, BREK, BROK! PLAK!“Gyaaa, tolooong!” KREEEK!
(maaf,
selanjutnya terpaksa saya sensor karena terlalu ekstrim, bahkan untuk orang
dewasa).
Sementara
itu di ruangan tempat SNSD masih berkumpul.
“Ah
iya ya, gue lupa eonni Taeyeon gak
suka digangguin kalau lagi bobok,”
“Eonni Taeyeon kemarin ‘kan habis gebukin
15 preman, makanya hari ini tidur seharian,”
“Eh,
katanya salah satu preman yang eonni
gebukin itu kece, lho! Namanya Jan Geun Suk,”
“BUSET,
itu kan mantan gueee?!?!?!”
“Gue
udah pernah lihat sih, kece banget, gayanya seme
abis. Dia mau jadi biseks gak ya?
“Kece-kece
kalau udah digebukin eonni kita
tercinta ya gak akan kece lagi, lah!”
“BUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA…!!!”
“Eh,
laper, nih. Sunny, tikus tadi mana? Malam ini makan itu aja yuk!”
“Ryeowook
oppa, semoga nyawamu tenang di alam
sana. Ampuni eonni-eonni aku. Amin,”
Dan
begitulah, yang akan terjadi jika Ryeowook belajar di rumah SNSD (baca : sarang
setan).
.
~
Ryeowook VS Heechul & Yesung ~
.
Ryeowook
pun di larikan ke rumah sakit. Kata dokter sih, gak ada yang parah, cuma memar
biasa. Karena itu Ryeowook hanya nginap semalam di sana, dan hari ini dia sudah
kembali seperti sedia kala. Namun dia tak bisa bersantai, karena sebentar lagi
UN. Dia pun memutuskan untuk mengerjakan soal matematika di taman yang tenang
dan sepi.
“Oke,
ini saatnya konsentrasi. Fighting!
Soal nomor satu…”
“GUK,
GUK, GUK!”
Ryeowook
merasakan detak jantungnya berhenti saat mendengar suara tersebut. Ya! Dia
sangat takut pada anjing. Khususnya Labrador yang kini sedang menatapnya dengan
tatapan yang tidak dapat didefinisikan.
“La…la…lariii…!!!”
Ryeowook
pun melarikan diri, namun ternyata anjing tersebut turut mengerjanya. Ia pun
memutuskan untuk lari ke rumah sahabatnya, Yesung. Ia menggedor-gedor pintu
dengan histeris.
“Yesung,
buka pintunya!”
Sesaat
kemudian terdengar suara berat seorang pria, suara Yesung.
“Panggil
aku dengan sebutan ‘master’, baru aku
mau buka pintunya,” ucap Yesung, sukses membuat Ryeowook mangap.
What the fuck?
Orang lagi susah malah minta yang aneh-aneh? Tapi karena benar-benar kepepet,
Ryeowook tidak punya pilihan lain.
“M-Master,
tolong buka pintunya…” bisik Ryeowook dengan wajah bak kepiting rebus.
“Hah?
Apa? Gak kedengeran! Gue lupa korek kuping!” teriak Yesung.
“OGAH
NGULANG! AAA…!!!” Namun terlambat, anjing tersebut sudah keburu mengigit kaki
Ryeowook, kemudian merobek-robek celana dan bajunya. Tiba-tiba Heechul datang
dengan muka kebingungan, namun ia langsung tersenyum sumringah begitu melihat
Ryeowook.
“Eh,
Rockie, sini manis! Kok kamu pergi sih? Tadi aku nyariin kamu, lho,” Heechul
mendekati anjingnya tersebut dan sesaat kemudian nyengir ke Ryeowook. “Wookie-ssi, makasih ya udah nemuin anjing aku.
Apa yang bisa kulakukan untuk membalas jasamu?”
“Tanggung
aja semua kesialan gue!”
“He?
Kirain mau minta duit. Ya baguslah dari pada minta uang ganti rugi. Dadah,”
Dan
Heechul pun langsung kabur beserta Rockie, meninggalkan Ryeowook yang
kesakitan.
“Aaargh,
sakit, gila, anjing sialan! Sama aja kayak pemiliknya. Rabies gak ya? Aduh,”
Ryeowook mengaduh, namun sesaat kemudian ia merasakan tubuhnya terangkat. Ia di
gendong Yesung ala bridal style.
Wajah mereka begitu dekat hingga Ryeowook bisa merasakan deru nafas Yesung di
wajahnya. Kontan wajahnya memerah, dan jantungnya berdegup kencang. Ia hanya
berharap Yesung tidak menyadarinya – atau sudahkah dia tahu?
Yesung
membelai rambut Ryeowook, kemudian tangannya turun ke pipinya, dan berlanjut ke
bibirnya. Terlihat bagaikan malaikat. “Ah, kasian uke-ku tersayang kesakitan. Mungkin sedikit special service akan membuatmu lebih baik,” Yesung menyeringai,
mengeluarkan evil side-nya. Ia pun
menggendong Ryeowook ke dalam rumahnya, tidak memperdulikan ‘uke’-nya tersebut
sudah meronta-ronta ingin kabur.
Dan
pada hari itu Ryeowook yang malang (atau beruntung? Hehehe) tidak pernah sempat
mengerjakan soal matematika. Untuk ‘berjalan’
saja sulit.
Kenapa? Silakan jawab sendiri...
AAA
TAMAT
AAA
.png)




Aku udh ngetik banyak2 malah hilang hiksu :"((
BalasHapusNgetik ulang deh #mewek #krik
Maaf ya Sha, baru bisa komen sekarang. Soalnya modem gak ada -_- #woy
Waktu baca ini aku ngakaaaakkk. Ya ampuunnn kasian sama Ryeowook disuruh ini-itu sama Hyung atau Unnie-nya wkwkwkwk
Itu deritamu sebagai maknae, nak XD #dor
Btw ini km tulis pas kapan Sha? SMP kls berapa? OwO
Daann berhubung kamu ga rombak lagi ini ff, so pasti km tau jg kesalahan2 EyD-nya. Jadiii~ udahan dulu ya, pay paaayyy~ ;)
@mizuna: iya gapapa santai aja kali walaupun baru komen sekarang XD waduh kok bisa2nya hilang sih? SMP kelas 3 kayaknya, kacau banget ya, beda total sama sekarang (gaya bahasanya. kualitasnya gatau deh) yang mana ajaaa? yang bahasa gaul ya? :'D makasih udah komen ya :3
BalasHapus