#13 Kalau Aku Tak Lagi Melukis, Maka Aku Bukan Manusia
An
original fiction written by Asha D
Genre: General
A/N:
Saya
pikunnya parah banget lol mati deh saya cuma ingat nih cerita tu plotnya
touching dan sedih banget tapi saya telantarkan terus baru ketemu sekarang. Jadi
lupa deh mau buat apaan :’D So this is all I can give. Mungkin waktu akan
berbaik hati memberitahu saya. Pokoknya ini boys love dan percakapannya pakai
bahasa Bali karena latarnya Bali, which is kinda challenging because I’m
Bataknese-Chinese living in Sumatra. Geez. And I don’t even have any friends
who live in Bali! Cinta antara seorang pelukis dengan penari aiiih.
Lukisan adalah jembatan
jiwaku dan jiwanya.
Tatkala diserang rindu,
tanpa sadar tanganku telah lebih dulu bergerak mempertemukan kuas dengan cat, mengguratkannya
ke atas kanvas dan membentuk simfoni. Jika sudah tertangkap dalam momen itu, inderaku
telah kehilangan semua sensasi dunia nyata. Seolah sebuah tangan tak tampak
menutup pintu dan menangkupku jauh dari realitas.
Toh, aku tak pernah keberatan.
Bagiku melukis bagaikan ekstasi. Adiktif, membius, juga menghanyutkan. Tidak
melukis satu hari saja sama dengan mati.
Kerap kali mata yang
terperangkap oleh lukisanku memuji kemegahannya. Betapa bosannya aku memandang tangan
para kurator yang menyodorkan cek. Aku pun tak tahu apa yang terjadi hingga jiwa
mereka disedot oleh abstraknya cerita para warna di kanvas. Namun aku menolak
untuk menerima. Bukannya aku tak membutuhkan penghidupan, bahkan namaku masuk
ke dalam jejeran nama mereka yang harusnya menadahkan tangan untuk mampu
melewati satu hari. Hanya saja saat hatiku disergap oleh sebongkah kelegaan
yang menjawab kedahagaan usai melukis, aku dapat melihat wajahmu. Dan itu semua
lebih dari cukup.
Seiring waktu yang
bergulir, jalur kehidupan telah menyadarkanku. Kaulah dalang yang telah menutup
mataku dari segala bentuk kenikmatan duniawi yang senantiasa dikejar orang. Dan
aku bersyukur karenya.
Wayan, entah apa
jadinya aku tanpamu.
AAA
To
Be Continued (If I Can Finally Remember What I Was Going to Write)
Or
The
End (If I Never Remember What I Was Going to Write)
AAA
.png)




0 Reviews:
How I love suggestions and critics! Any kind of comments will be appreciated. So what are you waiting for? ;) - “Nobody is perfect, and nobody will be. That’s why there are always chances for everyone to be better.”