#3 Story of Annabel

Gambar asli di dapat dari sini.
The first fairy tale that I
wrote, and it was inspired by true story. It's very short. Hope you like it.
ª ª ª
Pada
jaman dahulu kala, di kerajaan Hope, hiduplah seorang putri cilik bernama
Annabel. Ia adalah putri tunggal dari Raja Marcus dan Ratu Luna. Annabel mempunyai
rambut berwarna coklat panjang yang ikal dan mata berwarna biru. Ia juga punya bintik-bintik
kecil di wajahnya, dan ia bangga akan hal itu. Ibunya bilang itu adalah ciri
khas-nya, sesuatu yang membuatnya unik dan spesial. Annabel pun mempercayainya.
Suatu
hari, Annabel jatuh sakit. Dokter istana pun datang untuk memeriksanya. Dokter berkata
bahwa Annabel terlahir dengan tubuh yang lemah, sehingga jika dia lelah sedikit
saja, dia akan pingsan, muntah, atau mimisan. Menurut dokter, tidak ada obat
untuk mengobatinya.
Mendengar
itu, Annabel menjadi sangat sedih. Sepanjang hari ia menangis tersendu-sendu. Ia
sedih karena tak bisa lagi bermain dengan binatang di hutan di dekat istana, mengunjungi dapur dan mengusili para koki atau bertemu dengan teman-teman, karena mereka
bersekolah sementara Annabel harus belajar di rumah.
Teman
dan saudara Annabel datang untuk menjenguknya, namun Annabel tetap saja murung.
Ibunya pun menghibur Annabel dan berkata bahwa jika ia berdoa, Tuhan pasti akan
mendengarkan permohonannya. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Karena itu, Annabel terus berdoa dan berdoa. Ia berjanji
jika ia sembuh, ia akan menjadi putri yang lebih baik lagi.
Satu
tahun, dua tahun, tiga tahun, hingga akhirnya Annabel berumur lima belas tahun.
Annabel tak kunjung sembuh, dan sedihnya lagi keadaannya semakin parah. Annabel
sangat kecewa, ia berpikir bahwa hidupnya tidak adil. Ia pun mengurung dirinya
di kamar, tidak ingin bergaul dengan siapapun. Hal ini tentu saja membuat semua
orang sedih, karena mereka merindukan Annabel yang ceria.
Untuk
membuat Annabel kembali bersemangat, Raja Marcus memutuskan untuk mengundang
seorang juru lukis yang hebat di kerajaan Hope. Juru lukis itu bernama Kevin. Kevin
adalah pemuda kurus dan tinggi. Ia ramah dan murah senyum, membuat semua orang
menyukainya. Yang membuatnya berbeda dari juru lukis lainnya, Kevin mempunyai
bubuk sihir yang dapat membuat lukisannya terlihat hidup. Konon, bubuk sihir
tersebut ia dapat karena menolong seorang peri yang akan dijual oleh pemburu
yang jahat.
Sambil
membuat lukisan kerajaan Hope di dinding kamar Annabel, ia juga menceritakan
petualangannya, membuat Annabel merasa senang kembali. Dan dengan bubuk sihir
yang dimilikinya, lukisan tersebut dapat bergerak hanya jika Annabel tersenyum.
Dengan begitu, Annabel tidak akan kesepian, dan dia bisa selalu ceria.
Annabel pun tak lagi mengurung diri di kamar. Ia yakin ia bisa sembuh. Ia melakukan hal yang dulu dia lakukan, namun saat lelah ia akan langsung beristirahat. Dan walaupun kadang ia sakit, ia tetap bersukacita, karena dia tahu Tuhan tidak pernah meninggalkannya.
Annabel pun tak lagi mengurung diri di kamar. Ia yakin ia bisa sembuh. Ia melakukan hal yang dulu dia lakukan, namun saat lelah ia akan langsung beristirahat. Dan walaupun kadang ia sakit, ia tetap bersukacita, karena dia tahu Tuhan tidak pernah meninggalkannya.
Suatu
hari, Annabel mendengar rumor bahwa Kevin akan pergi. Ia pun bertanya pada
Kevin dan Kevin mengangguk. Sebagai juru lukis terkenal, ia telah diundang ke
banyak tempat untuk mempertunjukkan karyanya. Namun, ia juga senang menemani
Annabel yang baik hati. Karena itu Kevin berjanji akan kembali secepatnya. Esoknya,
Kevin pun pamit dan berangkat menuju ke kerajaan lain.
Annabel tentu merasa sedih, namun tetap bersyukur. Dia percaya bahwa Tuhan
mengutus Kevin untuk membuatnya sadar, bahwa dia tak boleh hanyut dalam
kesedihan. Ia juga sadar bahwa Tuhan memberikannya keluarga, teman, saudara,
dan rakyat yang menyayanginya. Ia menghargai semua yang Tuhan berikan padanya.
Sayangnya,
penyakit Annabel membuatnya harus meninggal dunia di usia yang muda. Semua
orang di kerajaan Hope berdukacita. Kevin yang mendengar berita tersebut
kembali ke kerajaan Hope, untuk mengiringi kepergian Annabel. Raja Marcus pun
bercerita bahwa sebelum meninggal, Annabel berpesan agar Tuhan memanggilnya kembali
ke surga karena menurut-Nya itu yang terbaik. Karena itu mereka tidak boleh
sedih.
Mereka semua yang mendengarnya bersyukur karena lewat kisah hidup Annabel, mereka belajar untuk tetap tabah sesulit apapun keadaannya, dan percaya pada Tuhan.
Mereka semua yang mendengarnya bersyukur karena lewat kisah hidup Annabel, mereka belajar untuk tetap tabah sesulit apapun keadaannya, dan percaya pada Tuhan.
ª ª ª
A/N : Tokohnya sengaja ga saya tulis sebagai ‘putri
yang cantik’ atau ‘pemuda yang tampan’, karena di dongeng biasanya tokoh yang
baik itu cakep. Itu tuh kayak iklan terselubung tau ga. Cantik itu harus putih,
langsing, gak ada jerawat, baru deh pangeran antah berantah nyantol. Kasian
banget kecil-kecil udah didoktrin begituan #curcol
.png)



Waah Asha udah sampe yang ketiga aja :') Aku baru yang pertama dan itu udah mentok hehe. Tiba-tiba terserang writers block sampai sekarang huhuhu T-T
BalasHapusFiksinya cukup singkat, tapi lumayan ringan buat dibaca kapan aja. Aku suka sama pesan yang terselubung dalem ceritanya. Dan aku setuju banget kalo anak-anak gakboleh didoktrin sama visi bahwa "cewek cantik" harus yang putih, langsing, gak jerawat, pokoknya berbi banget deh. Hehehe. Keep writing!
@Iffa : wah makasih Iffa udah sempet2in komen balik >.< hehehe dilawan dong WB-nya, WB itu kayak flu! XD kalo udah sembuh dari WB nulis lagi ya ;)
BalasHapusbener kan? ;___; sedih banget kalo kita kena doktrin begituan, soalnya saya salah satu korban #dor
thanks! *big hug*
duuh terasa tersindir baca cerita ini ;;A;; #plek
BalasHapusdan kamu sudah nulis 3 cerita, sementara aku masih satu.
padahal idenya banyak :/
nanti coba nulis aah :3
@cheen : tersindir kenapa? OAQ saya jadi merasa ga enak ;___; hahaha aku juga sebenarnya masih banyak yg harus ditulis ;-; *mulai menyalahkan sekolah* sip yg semangat terus menulis ya kak ;)
BalasHapusnee... mau ngasih sedikit koreksi XD karena agak terganggu juga pas mbaca.
BalasHapusdibait ketiga itu penggunaan kata "ia juga sedih" terlalu banyak.
Ada bagusnya pake koma aja. contoh:
"Ia sedih karena tak bisa lagi bermain, tak bisa lagi bertemu dengannya, tak bisa lagi mengusili para koki, ataupun bermain."
yah, mungkin Zi ngasih contoh yg buruk XD hahahaah... Zi sendiri juga gak pandai nulis, sih. tapi saran Zi, kalau menulis itu ada baiknya menggunakan kalimat yang efektif, supaya yang baca gak cepet bosan atau bingung.
nah, ada lagi nih.
kesalahan sepele yg sering terjadi pada semua author, "Typo"
"bahaw"
ada di paragraf 2 dari akhir :3
cepet diperbaiki ya >w<)/
Ini ceritanya bagus. :') Zi terharu pas baca.
Sedih juga ya kalau jadi seseorang yang seperti Annabel.
Tapi dia tetep tabah ><
apalagi ada Kevin.
I think it's a reason why Annabel wanted to live longer.
But, destiny said different.
@Zi Kriany : aduh makasih banyak ya koreksiannya >.< butuh banget nih koreksian kayak gini :3 iya ini based of true story lol :'''DDD sekali lagi makasih ya :3
BalasHapus